Mengatur Waktu dan Kegiatan Selama di Jepang [Kenshuusei Zaman Now Wajib Baca]

Hari ini saya lagi free, iseng-iseng daripada nggak ada kerjaan, saya mau corat-coret dulu di sini tentang gimana cara mengatur waktu 24 jam dan kegiatan selama menjalani masa kenshuu di Jepang. Barangkali ada diantara tementemen kenshuusei yang bisa dapat manfaat dari coretan sederhana ini.

Waktu 3 tahun di Jepang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan sampai 3 tahun dihabiskan dengan hal-hal yang nggak bermanfaat, main pachinko misalnya. hehe

Seperti kata Orang Jepang bilang, Jikan wo mamore! Kalau kita nggak pandai mengatur waktu, sia-sialah perjuangan kita kerja di Jepang demi halalin si doi setelah pulang ke Indo nanti. wkwk

Membagi waktu dimulai dari aktivitas yang sifatnya mainichi (harian) dari bangun tidur sampai tidur lagi. Yang pasti saya membaginya menjadi 3  waktu yaitu:

  1. Waktu Shigoto
  2. Waktu Pribadi
  3. Waktu bersama Teman-teman

Karena pada dasarnya kehidupan kita selama 3 tahun di Jepang ada yang sifatnya kewajiban yang menjadi tanggung jawab dan ada juga hak yang menjadi kebutuhan kita.

Bangun Tidur

kenshuusei.id

Bangun sebelum shubuh adalah yang paling utama, semangat untuk pergi bekerja akan lebih terasa jika kita mengawali hari dengan shalat shubuh tepat waktu. Ketika bangun tidur, temen-temen bisa mengerjakan hal-hal seperti:

  1. Mengusap muka dan bagian tubuh yang lecek karena tidur (sunnah)
  2. Membaca syahadat, tasbih, tahmid, takbir, dan juga lahaula wa laa quwwata illa billah
  3. Membaca doa bangun tidur

Setelah itu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan langsung shalat shubuh. Pastikan juga kawan se-apaato dibangunkan agar bisa shalat berjamaah biar pahalanya 27. hehe

Setelah shubuh biasakan tilawah Al Quran semampunya. Ya, minimal 1 lembar lah. Kalau masih ada waktu boleh ditambah sampai beberapa lembar. Alhamdulillah

Rangkaian amalan ini ditutup dengan membaca dzikir pagi Al-Matsurat. Banyak fadhilah jika kita membaca dzikir ini setiap pagi. Salah satunya dijaga oleh Allah sampai petang nanti. Temen-temen bisa download di appstore.

Kalau kebetulan pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum (basu/densha), bisa juga dikerjakan ketika di perjalanan (daripada lihat yang nggak-nggak). hehe

Rajio Taisou

Agar badan terasa ringan dan juga menghilangan rasa kantuk yang masih tersisa, saya anjurkan untuk senam khas Jepang (Rajio Taisou) atau peregangan yang lain selama kurang lebih 5 menit. Efeknya akan terasa ketika bekerja nanti.

Mandi, sarapan, dan persiapan kerja.

Sekitar jam 6-7 pagi, saatnya persiapan menuju ke tempat kerja. Sarapan yang memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna 6 halalan thayibban wajib hukumnya kamu dapatkan. Biar kamu kuat menghadapi setiap kenyataan. wkwk

Kalau tidak disediakan menu halal di shokudo, jangan lupa persiapkan bentou untuk hirugohan nanti.

Selanjutnya adalah mandi pagi pake air dingin biar seger dan semangat kerjanya. Tapi kalau nggak kuat (apalagi mau fuyu) boleh-boleh aja pakai air anget. Oh iya, sebelum masuk shawaa room kalau ada yang mau menuntaskan panggilan alam bisa diselesaikan dulu di toire. hehe

Sebelum pergi kerja, jangan lupa kakunin jadwal pembuangan sampah, tenki houhou, kebersihan apaato, dll. Kalau masih ada waktu boleh juga scroll facebook, cek whatapps, baca buku, belajar/hiburan via youtube dan lainnya.

Jam Kerja

Kebutuhan Kenshuusei Lembur

isigood.com

Baiknya jam kerja itu normal sekitar jam 08.00 sampai jam 17:00. Usahakan selesaikan pekerjaan sampai teiji. Itu adalah waktu di mana kita harus memaksimalkan pekerjaan dengan Orang Jepang. Di luar jam kerja itu masih banyak jadwal yang harus kita selesaikan.

Dhuha

Doa Setelah Shalat Dhuha

Ini bisa dibilang pendongkrak rezeki kamu, nggak harus tiap hari sih. Setidaknya setiap pekan harus ada hari yang diisi Shalat Dhuha. Program ini bisa dilakukan ketika rentang waktu jam 08:00 – 11:00. cukup 2 rakaat aja kalau yang belum terbiasa.

Tidur Siang (Qailullah)

Bukan cuma banyak dilakukan Orang Jepang, ternyata tidur siang juga merupakan sunnah, waktunya bisa dilakukan sebelum dzuhur.  Kalau lagi di kaisha, waktu tidurnya nggak usah lama-lama, cukup 10 menitan. Waktu yang pas sih biasanya setelah makan siang dan shalat dzuhur.

Dunia medis sudah banyak yang membeberkan segudang manfaat tidur siang, bahkan 5 menit tidur siang pun katanya bisa me-recharge energi kita. Coba aja googling untuk lihat manfaat tidur siang dari sisi kesehatan modern.

Menjelang Maghrib

Baiknya menjelang maghrib kita sudah menyelesaikan pekerjaan. Pernah suatu ketika saya meminta izin kepada atasan agar diberikan waktu kerja normal setiap hari (08:25 – 17:10) setelah sebelumnya kerja ni koutai (2 shift). Akhirnya selang beberapa hari, setelah mengutarakan berbagai alasan yang meyakinkan, atasan memberikan pekerjaan baru dengan waktu kerja normal. hehe

Kalau kita bicara baik-baik dan dibarengi dengan alasan yang jelas, Nihonjin pasti paham dan bisa memberikan kelonggaran kepada kita.

Awal-awal memang sering menolak dan tidak memberikan izin, tapi karena niat dan doa serta meminta berulang-ulang, akhirnya diizinkan juga. Begitulah nihonjin, gampang-gampang-susah. hehe

Maghrib sampai Isya

Program di jam ini baiknya adalah berkumpul bersama kawan-kawan seapaato sambil membaca dzikir sore Al Matsurat (sama seperti pagi) kurang lebih 10 sampai 15 menit.

Setelah itu sambil menunggu Isya bisa diisi dengan tilawah, facebookan, balas chat WA, Line, dll atau mempersiapkan buat makan malam. Nggak terlalu ribet sih, karena capek juga habis kerja seharian.

Setelah Isya

Bebas, terserah mau ngapain. Yang penting sebelum jam 11 saya sudah menuju futon. wkwk

Kalau yang masih semangat ngejar target shiken, bisa diisi dengan benkyou. Saya sih seringnya balesin chat konsumen (nyambi jualan onlen). hehe

***

Mungkin itulah kegiatan sehari-hari yang bisa saya share buat temen-temen kenshuusei di Jepang. tokubetsu na koto ga nai kedo, cuma berusaha memberikan sedikit tips.

***

Selanjutnya akan bahas kegiatan pekanan.

Waktu bareng teman

1 atau 2 minggu sekali bisa diisi dengan quality time bersama tomodachi. Bisa makan-makan, pergi ke masjid, atau main futsal. Kalau lagi ada duit lebih bisa mbolang bareng-bareng ke tempat wisata yang deket-deket. Rutinitas ini bisa menjadi sebab hubungan kita dengan teman semakin solid.

Baca Al Kahfi

Sejum’at sekali disunnahkan membaca Surah Al Kahfi. nggak lama kok, paling 20 menit. Bisa dibaca hari kamis malam atau hari jumat. Banyak manfaatnya, googling aja.

Olahraga seminggu 2x

3 tahun di Jepang

Seminimal-minimalnya olahraga seminggu 2x. Kalau saya sih karena hobi sepedahan, seringnya sepedahan sore-sore sambil cari inspirasi. Tinggal di Jepang harus seimbang waktu buat kerja dan menjaga kebugaran tubuh.

Bergaul dengan penduduk sekitar/ikut komunitas

Kadang ada beberapa tetangga yang sering sinis dengan kita karena jarangnya kita aisatsu kepada mereka. Kita ini cuma pendatang, jadi bersikap ramahlah dengan tetangga sekitar. Biasanya ada kerja bakti mingguan, disitu kamu bisa turut serta sambil sedikit menyisipkan pesan dakwah dan syiar islam.

Kalau nggak ada kegiatan di akhir pekan, saya sering ikut komunitas seperti belajar Bahasa Jepang khusus orang asing yang diadakan oleh volunteer. Selain mengasah kemampuan Nihonggo, juga menambah pertemanan dari berbagai negara.

Hal yang harus ditinggalin! [Penting]

Biar nggak kebawa yang nggak-nggak, selama di Jepang pandai-pandailah bergaul. Kita yang dulunya cuma seuprit upil yang tak berharga, jangan sampai menjadi orang yang sombong. Mentang-mentang gaulnya sama Nihonjin, tiap hari minumnya temulawak khas Jepang atau makannya daging berwarna pink. ‘kan nggak kakkoi

Juga jangan membuat masalah dengan siapapun dan di manapun yang ujung-ujungnya kamu bisa angkat koper. Kecuali kalau emang udah nggak betah di Jepang. Selama hak kita dipenuhi (gaji, libur, ibadah, dll), jadilah anak magang baik, sholeh/sholehah, dan rajin menabung.

Kesimpulan

Pertama pentingnya memiliki program mingguan  yang kemudian di breakdown ke harian. Kudu istiqomah

Kedua jangan buat program yang ribet untuk keperluan bersama, Biasakan ada musyawarah dan evaluasi.

Ketiga untuk bisa mengerjakan semua agenda ini, tidak bisa langsung, pasti berproses sedikit demi sedikit. Misalnya 3 bulan pertama baru bisa latihan istiqomah shalat tepat waktu, lalu setelah itu menyusul kegiatan yang lain. yukkuri yatte!

Keempat nggak usah banyak-banyak, yang penting kontinyu dan istiqomah.

Kelima banyakin doa dan minta pertolongan Allah. perbanyak dzikir, shalawat agar permohonan dan niat kita tercapai.

Saigo!

Terakhir, saya cuma manusia biasa yang banyak salah. Kegiatan di atas hanya bentuk usaha agar kita semua menjadi kenshuusei yang sukses baik di Jepang maupun setelah kembali ke tanah air kelak. Pada praktiknya, tentulah banyak syaithan yang selalu menjalankan tugasnya, juga tipisnya kadar keimanan kita.

Kehidupan di Jepang memang sulit, tapi dengan adanya patokan di atas, bisa sedikit mengarahkan kita agar tidak lalai selama di sana. Insya Allah.

Sebenernya masih banyak yang mau ditulis, tapi berhubung udah capek, lanjut besok aja ya. hehe

Kalau ada saran atau kritik, monggo di bawah!

Add Comment