10 Suka-Duka Ini Hanya Bisa di Pahami WNI di Jepang [Nomor 7 Bikin Baper]

Diberi kesempatan untuk tinggal di Negara sebesar Jepang memang merupakan pengalaman baru yang sangat berharga. Entah bagi WNI di Jepang yang sudah menetap di sana, maupun yang tinggal dalam jangka waktu tertentu seperti para pelajar, perawat, atau kenshuusei (pemagang).

Ditakdirkan hidup di Negeri Sakura memang rasanya nano-nano. Kita dihadapkan dengan budaya dan bahasa baru, bertemu dengan orang-orang berbeda, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Gak hanya itu, sebagai WNI di Jepang, ada banyak suka-duka yang tentunya bisa dipahami diri kita sendiri. Meskipun yang terlihat di sosial media kebanyakan hal menariknya saja, Namun tinggal di Jepang tentu ada banyak tantangan yang harus dihadapi.

Nah, apa saja sih suka-duka yang cuma bisa dipahami oleh kamu yang tinggal di Jepang ? Simak aja yuk!

1. Internet ibarat oksigen buat kamu, tanpa internet, kamu bisa mati gaya seketika

WNI di Jepang

okayamastripes.com

Internet pada smartphone atau laptop merupakan hal yang paling penting bagi rata-rata WNI di Jepang. Tidak hanya dimanfaatkan untuk berselancar di dunia maya, namun tentunya juga dalam berkomunikasi dengan teman atau keluarga di Indonesia

Berkomunikasi dengan keluarga dirumah sekarang lebih mudah dengan internet. Jika dulu berada di luar negeri kita terkendala mahalnya tarif komunikasi dengan keluarga di rumah, kini dengan jaringan internet kita bisa berkomunikasi dengan keluarga dengan mudah menggunakan video maupun voice call.

Selain itu internet juga bermanfaat ketika ia memiliki fitur penerjemah Bahasa Jepang. Hidup di negeri sakura memang memaksa kita untuk berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Kalau bingung nyari kata dalam bahasa tersebut, tinggal buka aplikasi penerjemah deh. Makanya ketika tidak ada WiFi atau paket data habis, dijamin mati gaya!

2. Tinggal di negeri sakura memaksamu harus mengerti bahasa Jepang. Otomatis kamu harus kursus Bahasa Jepang di waktu luangmu

WNI di Jepang Belajar

kakogawa-kia.co.jp

Ketika berada di Jepang, kita diharuskan untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang dengan baik. Tujuannya jelas, agar kita bisa belajar dan bekerja dengan baik ketika di daigaku atau tempat kerja. Maka dari itu, mahasiswa atau pemagang dan perawat yang tinggal di Jepang akan mengikuti berbagai pelajaran bahasa Jepang baik otodidak atau mengikuti kursus.

 3. Cobaan pertamamu saat menginjakkan kaki di negeri sakura adalah jet lag dan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang Indonesia yang datang bertubi-tubi.

WNI di Jepang Bingung

kakumenulis.com

Semua yang ke Jepang pasti jet-lag, biasanya mengenai jikan (waktu). Masalah ini juga sangat biasa dialami oleh WNI di sana. Terutama mengenai menyesuaikan waktu sholat untuk yang muslim.

Selain itu, mereka biasanya juga sering dihadapi dengan pertanyaan-pertanyaan konyol dari teman asing atau orang perusahaan mengenai Indonesia. Misalnya saja:

Indonesia itu sebelah mananya Bali?

Cewek Indonesia kawaii2 gak?

4. Momen pelik adalah ketika kamu  ngobrol dengan Nihon-jin sementara Bahasa Jepangmu masih terbata-bata. Mau tak mau kamu harus ngobrol menggunakan bahasa tubuh dengannya.

WNI di Jepang Bingung

youtube.com

Hal ini memang sering dialami oleh WNI di Jepang Namun terasa lebih pelik ketika menjadi gakusei, kenshuusei, atau kangoshi, dimana kalau misalnya saja teman orang Jepang kita berbicara, kita gak mudeng dengan apa yang di bicarakan.

Ketemunya tiap hari, tapi mau kaiwa bingung — duh, awkward moment banget! Daripada diem-dieman kaya orang marah-marahan, kita ngobrol dengan orang-orang tersebut dengan cara apapun. Entah bahasa isyarat, atau mengandalkan aplikasi penerjemah. Ya, yang penting saling paham aja deh…

5. Rindu masakan tanah air itu rasanya seperti rindu dengan pacar yang LDR. Mulai dari rupa, aroma, hingga rasa semuanya ngangenin!

WNI di Jepang Rindu

rusto’s tempe

Hidup di negara Jepang tentunya kita akan banyak makan makanan negeri tersebut seperti sushi, ramen, takoyaki, dan lain-lain. Tidak jarang pula kalian di awal-awal waktu belajar sering jalan-jalan dan melakukan wisata kuliner masakan lokal. Icip-icip sana-sini. Tapi lama kelamaan kangen juga dengan masakan Indonesia.

Jadi ketika bertemu dengan masakan Indonesia di Jepang pastilah diserbu untuk melepas rindu, meskipun itu sekedar nasi putih dengan tempe buatan pak rustono atau bakso. Berapa ribu yen pun harganya pasti ditebas aja asal bisa kangen-kangenan dengan masakan Indonesia.

6. Nggak cuma rajin ngecek jumlah okane di dompet, WNI di Jepang juga rajin banget ngecekin kurs rupiah!

WNI di Jepang Kirim Uang

berbagiinfo4u.com

Berhubungan dengan finansial, Orang Indonesia di Jepang sana pasti paling update dengan persoalan kurs rupiah. Karena di banyak negara, nilai rupiah bisa sangat mahal ataupun murah. Maka dari itulah, seorang pelajar atau pekerja di sana bisa lebih update dalam urusan kurs Rupiah melebihi bank maupun bursa efek! :p

7. Bertemu dengan orang sesama Indonesia itu rasanya seperti bertemu dengan keluarga dan sahabat yang lama tak jumpa — bahagianya tak terhingga!

WNI di Jepang Kumpul

kakumenulis.com

Di berbagai negara pasti ada Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) atau komunitas pekerja, termasuk di Jepang juga. Nah, disitu kamu akan bertemu dengan orang lain dari Indonesia yang tentunya keren-keren dan kece-kece dengan segudang pengalaman dan prestasi. Momen tersebut bisa dimanfaatkan dengan saling bertukar informasi dan ngobrol dengan bahasa Indonesia tentunya.

Keharusan berbahasa Jepang tiap hari kadang juga bikin capek hati lidah, jadi momen tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya biar nggak gagap ngomong bahasa Indonesia. Lebih bahagia lagi kalau bertemu dengan yang se-daerah asal, jadi bisa ngobrol dengan bahasa daerah. Rasanya udah seperti ketemu keluarga sendiri. Bahagia itu sederhana pokoknya!

8. Ngurus hidup sendiri aja kadang ribet, tapi kamu masih harus ngurusin perpanjangan visamu yang juga gak kalah ribet!

WNI di Jepang Visa

kakumenulis.com

Membuat atau memperpanjang visa untuk negara manapun tentunya ribet. Dengan berbagai syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi, para perantau di Jepang harus jumpalitan menghadapi ribetnya urusan visa. Karena visa adalah identitas resmi ketika hidup di negeri orang, kalau lalai sedikit bisa-bisa kamu dikirim pulang ke negeri sendiri lewat paket kilat, hehehe…

9. Yang paling mengasyikkan dari perjalananmu di Jepang ini adalah, kamu bisa punya teman-teman baru yang berasal dari berbagai negara!

WNI di Jepang Teman

kakumenulis.com

Kamu mungkin berangkat bareng teman dan juga akan bertemu dengan orang yang sama-sama berasal dari Indonesia. Namun tidak ada yang lebih mengasyikkan dari berteman dengan warga lokal.

Menjalin pertemanan dengan warga lokal, kita bisa belajar budaya lokal yang ada di Jepang. Selain sekadar jadi teman, mereka juga bisa jadi guide pribadimu selama hidup di negerinya. Mereka juga bisa merekomendasikan banyak hal dari mulai urusan pekerjaan dan jalan-jalan.

Ketika pulang kembali ke Indonesia, teman lokal dan teman asingmu tersebut adalah link yang kamu punya di negara-negara luar yang kelak akan banyak bermanfaat buatmu. Rugi rasanya kalau udah jauh-jauh merantau ke Jepang tapi gak bisa dapat teman-teman yang baru!

10. Selain menjalankan rutinitas utama, ke Jepang adalah kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas buatmu. Time to travel the world!

WNI di Jepang Liburan

kakumenulis.com

Waktu yang dimiliki para WNI di Jepang memang tidak banyak. Mereka disibukkan dengan berbagai tugas dan pekerjaan. Namun bukan berarti tidak bisa jalan-jalan. Namanya juga perantau, harus bisa dan harus tahu bagaimana cara memanfaatkan berbagai kesempatan dalam kesempitan.

Sesibuk dan sepadat apapun jadwal, pokoknya gak ada toleransi untuk nggak jalan-jalan menikmati pengalaman baru di Jepang ini. Time to travel the world, deh! Menjelajah tempat wisata khas Jepang hukumnya wajib, karena tentunya akan menjadi kenangan tersendiri.

Add Comment